Showing posts with label INSPIRATIF. Show all posts
Showing posts with label INSPIRATIF. Show all posts

Monday, February 26, 2018

Petaka Si Cantik Fatimah Labisa Pumila di Banyumas (True Story)


by Dr. Suryo Bawono, SpOG
Saya akan menceritakan salah satu kejadian yang pernah saya alami. Saat itu saya sedang berdinas di RSUD Banyumas, di Jawa Tengah. Sebagai gambaran, RSUD Banyumas kala itu merupakan rumah sakit negeri yang cukup diminati pasien dengan kebersihan setara hotel berbintang.
Saya menerima pasien yang datang dengan kehamilan pertama, umur kehamilan 9 bulan dan sudah mulai masuk persalinan dengan kontraksi rahim yang teratur dan pembukaan 2 cm kira-kira jam 7-8 pagi. Hasil perekaman jantung janin menunjukkan bahwa janin dalam kondisi baik dan sanggup menjalani persalinan. Berhubung pembukaan masih kecil, maka pasien diistirahatkan di kamar sambil menunggu pembukaan bertambah.
Waktu itu saya full day tinggal di rumah sakit 24-7 alias 24 jam dan 7 hari. Saat saya sedang istirahat sore jam 7an malam, tiba-tiba saya dikejutkan berita dari bidan jaga yang menginformasikan bahwa pasien tersebut kesakitan dan saat dilakukan perekaman jantung ternyata denyut jantung sudah tiada alias janin sudah meninggal. Suami pasien dan keluarga pasien marah-marah dan menyalahkan saya dan penanganan yang diberikan.
Saat saya lakukan pemeriksaan, saya menemukan kondisi yang tidak wajar. Pembukaan masih 2-3 cm dengan kontraksi yang sangat kuat yang layaknya kontraksi pada pembukaan 8-9 cm. Saya merasa pasti ada yang tidak beres, saat saya tanyakan ke keluarganya, apakah ada diberikan `sesuatu` awalnya mereka tidak mengakui. Saya minta bidan saya memeriksa ke kamar pasien apakah ada yang mencurigakan sambil saya terus menguimpulkan informasi dari keluarga pasien. Mereka masih berusaha menyalahkan penanganan rumah sakit atas meninggalnya janin tersebut. Namun akhirnya bidan jaga menemukan adanya rendaman `rumput` dan gelas di kamar pasien, dan barulah keluarga pasien tersebut mengakui.
Ternyata pasien sudah diberikan minuman rendaman rumput fatimah saat di kamar rawatan, dan ini diluar pengetahuan dokter. Seperti kita ketahui bahwa `rumput fatimah` (Labisa pumila) berasal dari Timur Tengah dan mempunyai sebutan lain seperti Kaf Mariyam (bahasa arab) yang berarti `telapak tangan mariyam`, dan beberapa orang barat menyebutnya sebagai Mawar Jericho. Tanaman ini mempunyai efek uterotonik alias bisa menyebabkan kontraksi rahim. Kontraksi rahim yang ditimbulkannya bisa menyebabkan persalinan, oleh karena itu beberapa orang menggunakan tumbuhan ini untuk `memperlancar persalinan`. Akan tetapi takaran dosis tidak dapat dipastikan, dengan demikian batas aman pun sulit ditetapkan. Bila suatu zat bisa menimbulkan kontraksi, maka dalam kadar rendah bisa `memperlancar persalinan`. Namun pada kadar yang tinggi ada bahaya yang mengintai, yaitu dapat menimbulkan kontraksi yang berlebihan atau over (istilah medisnya: hiperstimulasi). Kondisi inilah yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan janin tidak sanggup hingga bisa meninggal, atau bahkan rahim yang tidak sanggup hingga bisa robek dan mengakibatkan meninggalnya ibu dan janin.
Oleh karena itu, saya selalu himbau untuk semua pasien, keluarga pasien, kenalan, relasi, tetangga dll agar menyebarluaskan bahaya si cantik Fatimah ini. Jangan sekali-kali mengkonsumsi rumput Fatimah ini saat janin masih didalam perut, namun bila bayi sudah lahir, silakan saja mau minum seberapa banyak anda mau tidak akan ada masalah.
Mohon disebarluaskan informasi ini, saya dan anda semua mempunyai tanggung jawab untuk menyampaikan informasi ini kepada siapa pun karena informasi ini bisa `menyelamatkan` nyawa seseorang.

SEMOGA BERMANFAAT

Sunday, February 25, 2018

Catatan Minggu Pagi Dilan, (Riba Tidak Sama Dengan Bank )?


Setahu saya statemen pak Mahfud ini senada dengan pernyataan yang saya dengar dari Ustad YM saat dulu umroh bareng beliau (bareng MasMono).
Nggak ada masalah dengan bank. Dan apa yang dilakukan bank itu bukan riba. Baik baik konvensional maupun bank syariah. Semuanya oke saja. Semuanya antarodin minkum. Semuanya wasawirhum fil amri.
Lagi bagaimana dengan komunitas yang koar-koar bank itu haram, bank itu riba, bank itu dosa, bank itu zinah, dan seterusnya?
Ya nggak papa kalo cara pemahamannya begitu. Kalo di lembaga-lembaga besar seperti Muhammadyah atau NU persoalan semacam itu sudah selesai. Sudah nggak menarik jadi perbincangan lagi.
Buat saya pribadi ya semua itu kan karena soal perbedaan tafsir dan juga soal strategi marketing komunitas yang jualan produknya. Jadi ya biasa biasa saja kalo saya dari dulu meresponsnya. Namanya saja jualan, ya lebih powerful kalo pake ayat atau dalil yang sekiranya dipaspaskan sesuai tafsirnya. Dan itu boleh-boleh saja yang penting semua dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.
Itu pula sebabnya dalam seminar-seminar Rich saya selalu menekankan jika bisnismu mau cepat tumbuh ya berhutangnya ke bank, jangan pinjam ke teman. Bahaya. Uangnya akan hilang dan pertemananmu akan rusak.
Muhammadyah misalnya bisa punya lebih dari 500 kampus, 1000 rumah sakit, 2000 sekolah ya karena punya hubungan baik dan bekerjasama dengan bank, padahal jumlah umatnya sedikit. Nggak sampe 30 juta orang tapi asetnya bisa puluhan trilyun. Kalau nunggu urunan dari jamaah, kapan punya usaha sebesar itu untuk kemaslahatan masyarakatnya.
Contoh lainnya, Pesantren hidayatullah. Pesantren itu kalau nggak bekerjasama dengan bank ya mungkin sampai hari ini baru punya satu dua bangunan sekolah islam terpadu dan pesantrennya. Tapi dengan berhubungan dan bekerjasama dengan bank dalam pembiayaannya, lihatlah hanya dalam hitungan sepuluh tahunan sudah bisa membangun ratusan pesantren dan sekolah islam di puluhan kota. Bisa menyebarkan dakwah memberikan pendidikan terbaik kepada generasi muda secara masif dan merata.
Itulah sebabnya saya selalu sarankan teman-teman komunitas kalau pinjam uang harus ke bank, jangan ke sesama teman. Berhutang dengan bank akan membuat perilakumu jauh lebih menjadi islami. Belajar bermusyawarah dan akad, membayar dengan disiplin, proses simbiosis mutualisme, dan saling menguntungkan keduabelah pihak dengan mengedepankan kejujuran kondisi masing-masing. Tidak akan ada yang merasa dizalimi satu terhadap yang lain. Kedua belah pihak akan tumbuh bersama. Equal. Itulah perilaku islami. Saling menguatkan satu sama lain, berkembang tumbuh bersama.
Sebaliknya, minjam duit pada saudara atau teman hanya akan menjauhkanmu dari perilaku yang islami. Potensi saling menzalimi sangat besar sekali terjadi. Berhutang tanpa perjanjian hitam putih (akad jelas), gampang ingkar janji, menyepelekan waktu pembayaran, mudah berbohong bikin alasan, tidak mau berbagi memupuk sifat bakhil, dan rusak semua tali silaturahmi karena penyimpangan utang mudah terjadi. Bahkan, saat menagih, yang punya uang bisa meminta-minta bak pengemis yang sangat memelas padahal yang diminta uangnya sendiri. Kezaliman begitu mudah terjadi! Dan itu bukanlah ajaran Islam sama sekali. Jauh dari nilai-nilai islami. Jauh dari akhlakul kharimah.
Soal lebih baiknya pinjam uang ke bank ini sudah pernah saya ulas panjang lebar di web www.amongkurniaebo.comsekitar dua tahun yang lalu. Dan di group FB Cara Lucu Jadi Pengusaha. Dan sudah banyak peristiwa yang membuktikan bahwa dengan memijam uang ke bank atau koperasi dan semacamnya selain kedua belah pihak jadi terang benderang juga tingkat keberkahannya lebih tinggi. Tujuan berhutang tercapai, bisnis bisa tumbuh dengan baik, dan tidak merusak silaturahmi keluarga.
Seorang teman bercerita, bapaknya dulu pantang berhutang ke saudara untuk menyekolahkan anak-anaknya. Lebih memilih menggadaikan sertifikat tanahnya untuk mengentaskan pendidikan anak-anaknya hingga sarjana semua. Dia happy, anak-anaknya happy, banknya happy, hubungan dengan keluarga besar aman dan damai, semua mencapai tujuannya tanpa ada yang terzalimi. Dia menyebutnya sebagai keberkahan duit bank.
Dan kami pun tertawa bareng, sambil nyeruput kopi dan menghisap lagi rokok asam amino ciptaan Dr Greta Zahar No 38 yang hampir padam apinya. Saya sendiri ambil rokok yang no 19 yang buat kesehatan jantung.
.
Entahlah, kadang aku berpikir: Islam itu mudah. Tapi kadang umatnya sendiri yang bikin ruwet. Banyak yang beragama masih berkutat di penafsiran tunggal atas teks, dan lupa bahwa kebenaran absolut itu hanya punya Allah semata. Beragama itu harusnya tumbuh. Bukan sekedar saleh ritual ansich, tapi juga sekaligus kudu saleh sosial. Bukan sekedar menjadi skriptualis, tapi juga harus mempertimbangkan konteks.
Kadang saya curiga ada skenario besar untuk menjauhkan umat islam dari bank. Tujuannya agar jauh dari uang dan akses permodalan. Kalo sudah dibuat begitu maka umat Islam akan bisa selalu dikondisikan tetap miskin, bodoh, dan terbelakang!
Barusan dapat kabar dari teman di Solo, beberapa korban seminar anti bank sudah mulai berjatuhan. Ada yang bisnisnya langsung kolaps begitu memutuskan tiba-tiba kerjasamanya dengan pihak bank. Ada yang yang importnya mandeg karena sudah tak punya lagi kartu kresit untuk pembayaran produknya. Ada yang travelnya berhenti karena tak bisa lagi issued tiket untuk peserta group tournya karena kartu kreditnya sudah dipotong semua saat ikut seminar. Ada juga pasangan suami isteri yang sekarang proses perceraian di pengadilan Sukoharjo karena setelah habis ikut seminar suaminya langsung risain padahal posisinya sudah manager. Enam bulan setelah risain tidak mendapatkan pekerjaan baru dan isteri hanya diberi nafkah sabar, sabar, sabar akhirnya nggak kuat dan mengajukan gugatan ke PA. Ketiga anaknya diungsikan ke orang tuanya. Entah bagaimana nasib mereka nanti. Semoga saja semua dikuatkan. Keputusan yang gegabah karena mengikuti trend memang bisa berdampak buruk dan berujung penyesalan.
Senoga tulisan pak Mahfud yang jelas dan tegas ini bisa menjadi penguat sekaligus pencegah ke yang lain agar tidak bertindak konyol dalam memutuskan sesuatu. Tabik!!!

sumber : Status FB Among Kurnia Ebo

Friday, February 23, 2018

Selalu Tinggalkan Kantor Tepat Waktu


Orang yang bekerja sampai larut malam dikantor, bukanlah pekerja keras. Melainkan orang yang bodoh yang tidak tahu cara me-manage pekerjaan. Dia adalah orang yang tidak efisien dan tidak kompeten dalam pekerjaannya.

Bekerja adalah proses yang tidak pernah berhenti, tidak akan pernah selesai; Perhatian terhadap klien adalah penting, tetapi keluargamu lebih penting; Jika kamu jatuh dalam hidupmu, bukan boss ataupun klienmu yang akan menolong, tetapi keluarga dan teman dekat yang membantumu.

Hidup tidak hanya tentang bekerja, kantor dan klien, tetapi ada hidup yang lain yaitu bersosialisasi, rekreasi, releks dan olahraga. Jangan membuatnya tanpa arti. Kamu tidak bersekolah tinggi dan berjuang hanya untuk menjadi mesin/robot.
Apabila boss anda memaksamu untuk pulang larut malam, bisa jadi dia adalah orang yang tidak efektif dan tidak mengetahui apa arti hidup.

Cintai pekerjaanmu, tapi jangan cintai perusahaan. Karena kamu tidak akan pernah tahu, kapan perusahaan itu berhenti mencintaimu.

Sumber : FB Agus Santoso

Thursday, February 22, 2018

Miliki dua istri cantik dan seksi, netizen syok saat tahu jumlah anak pria ini


Hari Valentine biasanya dijadikan momen untuk memamerkan kebersamaan bersama orang terkasih. Seseorang biasanya membagikan foto kedekatan dengan pasangan, keluarga hingga teman.
Namun, hal yang sedikit berbeda dilakukan oleh seorang wanita asal Thailand yang memiliki akun Facebook Warissara Poksrichan. Melalui media sosialnya, wanita berusia 32 tahun ini mengunggah foto kebersamaannya dengan sang suami pada momen Hari Valentine (14/2/2018).

Tapi, uniknya, Warissara tak hanya bersama suaminya saja tetapi juga membagikan foto bersama suami dan istri lainnya. Dilansir dari Coconuts, Warissara menulis, "Orang-orang pamer tentang suaminya di Facebook. Baiklah, suamiku punya 2 istri!"

Dalam unggahan tersebut Warissara juga mengatakan bahwa meski sudah bertahun-tahun, perasaannya pada sang suami tak pernah berubah. Unggahannya ini jadi viral hingga dibagikan lebih dari 6 ribu kali.

Tak hanya itu, suami Warissara ternyata memiliki 2 orang istri yang dianggap cantik dan seksi oleh netizen. Sang suami yang bernama Manop Nuttayothin (42) mengatakan bahwa sebenarnya ia punya 3 istri. Sayangnya, istri pertama meninggal usai melahirkan 3 anak. Manop dan Warissara sendiri sudah hidup bersama lebih dari 10 tahun.

Setelah itu, ia menikah lagi dengan Nattaya Tongpan (26). Dari 3 pernikahan tersebut, Manop memiliki 3 anak dari masing-masing istrinya, yang berarti Manop punya total 9 anak.

Kedua istri Manop selama ini membantunya untuk mengelola bisnis yang ia jalankan. Manop punya usaha di bidang otomotif seperti berjualan onderdil mobil di sebuah acara balapan besar di Thailand.

Ayah 9 anak ini mengaku memberikan gaji pada Warissara dan Nattaya. Namun, kedua wanita tersebut menolak memberi tahu jumlah uang yang mereka terima. Nattaya mengatakan bahwa semuanya bukan soal uang. Kedua istri yang membantu bisnis Manop disebut menginvestasikan kebanyakan penghasilannya untuk anak-anaknya.

"Itu benar. Untuk anak-anak, dia memberinya 100 persen. Untuk para istri, jika kami meminta 1000 bath (Rp400 ribu), dia hanya memberi kami 200 bath (Rp80 ribu)," ungkap Warissara setuju.

Atas pernikahan mereka yang unik dan sukses ini, keluarga Manop diundang di sebuah program TV lokal. Manop mengaku beruntung karena bisa memiliki 3 istri.

Manop mengungkap rahasia pernikahannya yang bahagia adalah dengan cara berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang muncul saat itu juga.

"Saat ada masalah, aku membicarakannya dengan mereka di hari itu juga."

Meski hidup bahagia, pria tersebut menyadari terkadang ia bersikap kurang adil pada 2 istrinya. Ia pernah memperlakukan satu istrinya lebih baik daripada yang lain.

"Ketika aku tahu ada sebuah masalah, aku memastikan untuk memperlakukan keduanya dengan adil. Kami melakukan hal yang sama. Kami melakukan semuanya di waktu yang sama. Itu yang terbaik," jelasnya.

Hal ini diikuti dengan baik oleh kedua istrinya. Warissara mengaku hanya ingin fokus membangun keluarga dengan suaminya dan Nattaya. Meski tinggal satu rumah, keduanya mengaku tak pernah bertengkar. Bahkan, melalui akun Facebook-nya, Warissara sering mengunggah kebersamaannya dengan Nattaya. Perempuan ini juga mengaku bahwa Manop adalah pria yang adil, perhatian dan pekerja keras.

"Ini semua tentang pengertian. Kami saling mencintai. Kami saling perhatian. Karena itulah, kami bahagia. Kami percaya itu," jelas Warrisara.



















Pohon Kristen? Stop Generasi Pekok

“Kang, tolong pohon Kristen di samping pesantren itu ditebang !”, pinta Kiai Bakar tiba-tiba pada seorang santri. Santri itupun bingung dan belum mengerti, ia melihat ke kanan kiri pesantren.

“Iya, pohon cemara itu. Tebang segera. Itu pohon Kristen !” tukas Kiai Bakar lebih tegas.
“Pohon Kristen? Apa maksudnya? Lagian itu pohon ditanam oleh Kiai Ahmad. Beliau sendiri yang menanam tiga tahun lalu,” gumam santri dalam hati.
“Sebelum menebang cemara itu, aku harus minta izin Kiai Ahmad dulu”.
“Punten Kiai. Kulo disuruh Kiai Bakar untuk menebang cemara yang ada di samping pesantren, Pripun ?”, kata santri pada Kiai Ahmad.
“Hah ! Cemara ditebang...? Wit-witan apik ngono arep ditebang, kenapa?”, ucap Kiai Ahmad kaget.
“Nganu Kiai... kata Kiai Bakar, pohon cemara itu pohon Kristen”, ujar si santri polos.
“Hah? Pohon Kristen ? Ada-ada saja Kiai Bakar itu, wit-witan nganggo agomo mbarang. Pohon Kristen lagi. Nggak ono iku. KTP saja dia tidak punya kok. Gak usah ditebang. Biar nanti saya yang menjelaskan ke Kiai Bakar.
***
"Punten Kiai, benar sampayan nyuruh santri untuk nebang pohon cemara itu ?", tanya Kiai Ahmad pada Kiai Bakar.
"Benar, Kiai..."
" Wit-witan apik ngono arep ditebang, kenapa ?"
"Itu pohon Kristen ", jawab Kiai Bakar.
"Waduh... sejak kapan pohon beragama, Kiai ?"
"Lha itu yang dibuat pohon natal atau duplikatnya itu kan cemoro, Kiai "
"Oh... Kalau begitu pohon kelapa yang sampeyan tanam di belakang pesantren mesti di tebang juga"
"Kok ?"
"Lha iya. Karena janur kelapa suka dipakai untuk upacara adat agama Hindu. Berarti itu pohon Hindu ! ".
Kiai Bakar terdiam.
"Sekalian kerudung santri-santri putri yang bentuk segitiga itu dibakar semua ", lanjut Kiai Ahmad
"Kok ?"
"Lha iya. Karena segitiga itu simbol Yahudi".
Kiai Bakar terdiam lagi.
"Sekalian juga pesantren ini dirubuhkan saja", lanjut Kiai Ahmad lagi.
"Kok mbrentek tekan endi-endi,Kiai ?", ucap Kiai Bakar kaget.
"Lha iya. Karena kuda-kuda penyangga atap bentuknya palang paték seperti salib", jelas Kiai Ahmad.
Kembali Kiai Bakar terdiam.
"Mbok kita itu jangan membuat generalisasi suatu kasus yang tidak ada kaitannya. Yang penting itu substansinya; Cemara biso kanggo ijon-ijon ben seger ning mripat; jilbab sebagai penutup aurat; kuda-kuda bangunan bentuk salib sebagai penyangga atap gedung agar kuat... Apalagi pohon kelapa, banyak yang bisa kita manfaatkan dari pohon yang satu itu", tutur Kiai Ahmad menasehati.
Kiai Bakar tersenyum manggut-manggut sambil mengelus-ngelus jenggotnya. Kemudian dia berhenti mengelus-ngelus jenggot dengan raut wajah kaget, karena dia ingat kalau 'Santa Claus juga berjenggot'. Namun segera Kiai Bakar tersenyum kembali, Kenapa? karena dia tahu 'kalau jenggot juga tidak beragama'. ðŸ˜Š
#SalamWaras
STOP GENERASI PEMBODOHAN!
GERAKAN ISLAM ANTI PEKOK!

sumber : group FB

Wednesday, February 21, 2018

Jauhilah Benda itu Sebelum Kamu Menyesal


Ini sekedar berbagi saja..
Sejak awal pernikahanku 11 tahun yang lalu,aku selalu meminta pada suamiku untuk berhenti merokok.Namun setiap aku meminta,setiap itu pula suamiku selalu berkata," ...hanya 4 batang sehari koool...tidak banyak..!"

Awalnya setahun kebelakang,dia mulai merasa tdk enak badan,panas,maag sering kambuh dan sakit badan.Setiap diajak ke dokter dia selalu menolak dan minta dibelikan obat ke apotik untuk mengobati maag,demam dan sakit badannya.Kuikuti saja maunya.Sampai kemudian 4 bulan yg lalu,dia panas tinggi,mual,pusing dan sesak.Kupaksa dia berobat dan mengancam aku mau pergi kali dia tidak mau diajak berobat.Akhirnya dia mau.Pengobatan pertama,dia.mendapat beberp macam obat,termasuk obat maag dosis tinggi.2Hari kemudian maagnya sembuh tapi mengeluh dadanya masih sakit dan sesak.Berobat kedua dia diberi vit untuk sendi dan obat untuk ototnya agar rileks.Sejak.minum obat itu dia jd tdk bs tidur,tapi sakitnya tetap tdk berkurang.Berobat ketiga,ganti obat tp ttp tdk menghilangkan sesak di dadanya.Berobat ke 4 akhirnya dokter merujuk untuk rontgen.siang sepulang ngajar langsung ke sana,sorenya balik lagi ke dokter.Diagnosianya Bronkhitis kronis.

Dokter langsung bertanya,"rokok?"...ya,rokoklah penyebabnya.Sejak saat itu suamiku bolak balik ke Spesilis Paru..sejak saat itu pula suamiku tidak bisa lagi bekerja,krn jgn kan bekerja,memangku Alma yg baru berusia 2 tahunpun bisa membuatnya sesak selama beberapa jam.Sejak saat itulah aku resmi menjadi tulang punggung keluarha.Menyesal? Tidak,untukku.Mengeluh?Tidak,bagiku.

Sedih? Ya,sejujurnya.Tak ada gunanya menyesali karena semua sudah terjadi,selaku ada hikmah kebaikan dibalik setiap kejadian termasuk kejadian ini.Kutulis kisah ini di FB bukan krn ingin mengeluh atau curhat,tapi aku tidak ingin ada Syafiq yng lain,Andra yg lain dan Alma yg lain yg mengalami menjadi anak yg kekurangan kasih dan kebersamaan dg sosok ibu krn ibu seribg pergi karena hrs menjadi tulang punggung keluarga.

Wahai para suami,sayangilah dirimu...jauhilah benda itu sebelum menyesal!!Krn ktk hal itu terjadi,hanya ada satu perasaan yg akan kau rasakan..menyesal yg tiada ujungnya...apakah kau tega menyaksikan istrimu kehilangan jam tidurnya demi menjadikannya satu2nya wkt untuk beres2 rmh? 

Ketia suami hny bs duduk menikmati sakit,dia akan menjadikan waktu 24 jamnya sebagai siang...Tegakah? Jangan!!!?Jangan kau biarkan rokok mengambol satu2nya kesempatanmu untuk menjadi tulang punggung keluaga...jangan biarkan anak2mu hrs kehilabgan keberadaan ibunya krn ia hrs mencari nafkah yg harusnya itu menjd tugasmu!!!! 

Jangan kau biarkan airmata dan peluh istrimu bercampur dalam 24 jam hari2nya...Sudahi hari ini kegiatan merokokmu..sayangi keluargamu...sayangi buah hatimu...sayangi istrimu.....!!!!

Inilah kisahku yg ingin ku bagi,karena aku tak ingin ada lagi Sri Mulyani Sri Mulyani yang lain yg mengalaminya.Cukup aku....cukuplah hanya aku.....

sumber : status fb - Sri Mulyani Enci 

Syeikh Syarifuddin Khalifa ( Si Bayi Ajaib dari Africa )


Kini saya ajak anda kaum muslimin, untuk menyimak kembali peristiwa menggemparkan di tahun 90-an, semoga kisah ini dapat meningkatkan keimanan & keyakinan kita kpd-Nya..Aamiin

Dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di daratan Afrika yang menolak dibaptis. ?Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad? (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: ?Are You Yesus?? (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab:?No, I?m not Yesus. I?m created by God. God, The same God who created Jesus? (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Bocah Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: ?Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.?

Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan shalat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia bisa bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan.

Latar Belakang Syarifuddin Khalifah

Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt.

Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.

Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.

Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. ?Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!? (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya.

Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan.

Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan ?Ma? atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: ?Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ?inda baari-ikum, fataaba ?alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.?

Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54.

Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.

?Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur?an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah,? kata Abu Ayub.

Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai ?Syarifuddin Khalifah?.

Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1,5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan shalat serta menghafal al-Quran dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam.

Kisah Nyata Syarifuddin Mengislamkan Ribuan Orang

Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan untuk melihat bocah ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru 5 tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa.

Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube.

Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syaikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden.

Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal al-Quran pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung.

Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang dewasa.

Kinilah saatnya Syaikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium.

Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka.

Selain pandai menggunakan ayat al-Quran, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini.

Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syaikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalami tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: ?Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.?

Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya.

Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syaikh kecil itu masih lima tahun.

Para ulama dan habaib sangat mendukung dakwah Syaikh Syarifuddin Khalifah. Bahkan ulama besar seperti al-Habib ali al-Jufri pun rela meluangkan waktunya untuk bertemu anak ajaib yang kini remaja dan berjuang dalam Islam. (Dikutip dari buku Mukjizat dari Afrika, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang; Syarifuddin Khalifah).

Sumber : Group WA

Aku Korban Kekerasan Guru


Perkenalkan, aku Indah. Lulusan terbaik Universitas Negeri Jakarta.
Kapan aku duduk di bangku SD? Pada masa teknologi masih Radio dengan antena, dan Televisi masih hitam putih dikeroyok semut.

Aku korban kekerasan guru sejak kelas tiga SD. Masih segar di ingatan, wali kelasku, Pak Yunus, berteriak marah, "hey, kamu! Maju ke depan kelas!" Dengan wajah menantang aku berdiri, menghampiri beliau.

"Selesaikan soal ini!" Lelaki empat puluh tahun itu memukul papan tulis dengan penggaris kayu. "Salah sedikit saja, habis kamu!" Aku dengan yakin mengerjakan soal matematika yang ia berikan.

"Sudah, Pak." Aku berseru dengan sombong. Yakin kalau jawabanku pasti benar.

Tapi ....

Plak ...! Penggaris dengan panjang satu meter itu mendarat di tubuh bagian belakangku. "Kamu perempuan, tapi bengal minta ampun! Duduk!" Aku kembali ke kursi sambil mengusap bagian yang sakit.
.
Di lain kesempatan, saat aku kelas lima, aku di panggil wali kelas dua, guru wanita yang terkenal killer, kejam dan suka menghukum. Namanya Bu Hernita. Matanya menakutkan, selalu membawa rotan di tangannya.

"Indah, kamu tadi memukul siswa kelas dua. Betul?" Aku biasanya selalu berani menghadapi guru, tapi hari itu, aku tertunduk takut. "Jawab...!" Wanita itu berteriak sambil memukul meja.

Aku benar-benar mati gaya waktu itu. Darah premanku menghilang. Padahal aku sudah sering dipanggil guru, tapi selalu selamat dari guru satu ini. Tapi kali ini, sepertinya adalah hari sialku.

"Kemari...!" Tanganku di tarik mendekat, "kepalkan tanganmu!" Aku menuruti, dan tiga puluh pukulan mendarat di kepalan tangan kecilku. Menangis? Ya, aku menangis, tentu saja, kalian boleh mencobanya, kalau tidak percaya, rasanya sakit!

"Aku akan laporkan pada ayahku!" Aku menangis dan berteriak, mengambil tas di kelas dan berlari pulang.

Tiba di rumah, aku menceritakan semuanya dengan jujur. Apa tanggapan ayahku? Dia menggandeng tanganku, dan kembali ke sekolah. Aku tersenyum penuh kemenangan.

"Rasakan ...." kataku dalam hati.

Tapi ... tiba di sekolah, Ayah menghampiri Bu Hernita, dan berkata, "hukum dia lebih keras lagi, Bu, karena dia tidak sadar apa kesalahannya." Ayah meraih penggaris dan memukul tanganku berulang kali. Dan Bu Hernita menghentikan tindakan Ayah. "Di sekolah, hanya kami yang boleh menghukum. Bapak boleh pulang...!" tegas Bu Hernita.

Setelah Ayah pulang, Bu Hernita membawaku ke lapangan. Mengumpulkan semua siswa.

"Dengar semuanya! Mulai hari ini, Ibu tidak mau ada yang berteman dengan Indah ... kalau ada yang berteman, akan Ibu hukum! Faham?" Tatapan Bu Hernita beralih padaku, "dan kamu, kalau masih bersikap seperti ini. Ibu akan keluarkan kamu dari sekolah!" Kemudian beliau berlalu begitu saja.
.
Terhitung sejak hari itu, aku tidak memiliki satu orang teman pun. Semua teman menjauh setiap kali aku mendekat.
.
Aku sudah kelas lima menuju kelas enam waktu itu, usiaku bukan balita lagi. Aku sudah remaja, seharusnya sikapku tak seburuk itu.
.
Sampai pada puncak yang membuat aku terpukul lebih keras dari pukulan Bu Hernita, sore itu sepulang sekolah aku di panggil kepala sekolah. Saat aku masuk, ada Bu Hernita di sana.
.
"Indah, nilai kamu sejak kelas satu tidak buruk. Kelas satu sampai kelas dua,  kamu selalu juara umum. Apa kamu tidak bertanya-tanya, kenapa di kelas tiga sampai kelas lima kamu tidak juara?" Kepala sekolah ku bernama Pak Sudirman, orangnya sangat lembut. Berbicara dengan penuh kasih sayang, "nilai kamu masih tinggi. Bahkan lebih tinggi dari peraih juara umum kita. Tapi perilaku kamu ini, yang membuat nilai angka rapormu tidak ada gunanya."
 .
Aku tertunduk, Bu Hernita mengusap kepalaku. "Kemari, dengarkan Ibu." Jujur baru sekali itu aku melihat Bu Hernita selembut kapas berbicara padaku.
.
"Kamu tahu, Ndah? Apa yang paling berguna? Bukan angka-angka di rapor itu. Melainkan ... ini." Tangan beliau menyentuh dadaku. Aku sudah remaja waktu itu, dan sudah sangat memahami maksud beliau. Bagaimana rasanya? Malu! Ingin menangis, tapi tidak bisa. Jadinya? Sesak di dada!
.
"Begini, apa Ndah mau berubah? Karena kalau Ndah seperti ini terus, sekolah tidak akan meluluskan." Aku melihat ke arah Bu Hernita, aku tahu beliau serius.

"Mau berubah?" Bisik beliau pelan. Aku mengangguk. Pelan.

"Ndah janji, Ndah berubah, Bu. Ndah janji gak nakal lagi!"
======

Sejak hari itu, aku adalah Indah yang baru. Aku terlahir menjadi pribadi yang berbeda. Dan benar saja, saat kelas enam, aku kembali meraih juara umum.

Aku lulus tes dengan nilai terbaik di SMP favorit. Juga masuk dan lulus SMA dengan nilai yang masih sangat memukau, hingga aku berhasil meraih beasiswa sampai menyelesaikan S1.

Ketika lulis SMA, aku berkunjung kerumah Bu Hernita, menanyakan satu hal yang dulu tidak berani aku tanyakan.

"Kenapa di rapor, meski aku tidak juara, nilaiku masih di tulis dengan jujur?"

Beliau menjawab, "karena itu nilai kamu. Kami tidak berhak mempermainkannya."

Bertanya-tanya apa saja kenakalanku? Banyak teman-teman. Aku memukul adik dan kakak kelas, padahal mereka tidak sengaja menginjak kakiku waktu antri beli makan di kantin. Aku membuang buku PR teman sekelas yang sering mengangguku, terlebih aku ini perempuan. Dan masih banyak lagi kenakalanku yang lain, sejak kapan? Sejak aku kelas tiga. Luar biasa bukan? Ya, aku anak nakal yang selalu di pukul oleh guru, nyaris setiap hari.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang berhasil meraih gelar sarjana dengan masa kuliah tiga tahun.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang setiap hari memiliki luka di bagian jari.
Apakah kedua orang tuaku melaporkan mereka? Ooh tidak! Orang tuaku tahu, bagaimana sifat dan sikapku. Itulah kenapa mereka akan tambah memarahiku, setiap kali aku terkena hukuman.

Akulah Indah, korban kekerasan guru, yang sangat berterimakasih pada rotan dan penggaris kayu itu.

Namaku, Indah. Aku bahagia guruku pernah memukul saat aku nakal.

Terimakasih, Bu Hernita, rotan itu bukan hanya melukai tanganku. Tapi juga berhasil memukul keras batu yang ada di hatiku.

Beliau selalu memanggilku "Ndah" kalau aku sedang tidak bermasalah. Tapi saat aku berbuat salah, beliau akan menyebut namaku "Indah!" Dengan sangat keras.

Aku memakai nama 'Ndah' karena aku berterimakasih pada beliau.

=========

Bu, Pak, tahukah anda?
Hanya anda yang tahu karakter anak-anak anda. Bagaimana bisa anda lepaskan tanggung jawab kepada gurunya di sekolah? Tapi anda menahan hak didik bagi mereka atas anak anda.

Bu, Pak, pikirkanlah, apakah mungkin seorang guru tiba-tiba memukul siswanya tanpa kesalahan?

Bu, Pak, mereka menggunakan tangan untuk menjewer. Tapi mereka menghabiskan setengah hidupnya untuk keberhasilan anak anda.

Saat anak anda menjadi dokter, anda berkata dengan bangga, "ini anakku, menjadi dokter karena kerja kerasku!"
Bu, Pak, pernahkah saat anak anda pintar membaca, lantas anda berterimakasih, pada gurunya?
Saat anak anda pandai menghitung, pernahkah berpikir untuk mendoakan gurunya?

Bu, Pak, kalian mengirim mereka ke sekolah, karena kalian tahu, mereka butuh seorang guru. Lantas, mengapa saat anak anda mendapat secuil cubitan, jeweran, lantas anda melaporkan gurunya ke polisi? Memenjarakan gurunya begitu saja.

Bu, Pak, anda tahu karakter anak anda. Pikirkanlah kenapa mereka di jewer, di cubit. Karena gurunya menyayangi mereka, memperlakukan mereka seperti anak sendiri.

Bu, Pak, aku bukan guru, tapi aku adalah korban kekerasan guru, dan aku bangga guruku bersikap keras terhadapku. Karena kalau tidak, maka aku tidak akan seperti sekarang.

Bu, Pak, tidak perlu membawa bingkisan untuk gurunya. Cukup hargai mereka, tundukkan kepala dan ingat bagaimana peranannya untuk masa depan putra dan putri anda.

Mereka guru, dengan tulus mendidik, tapi di rumah, anda memberi anak-anak dengan gadget, dan tontonan televisi yang tak bermoral. Lalu, anda menyalahkan guru ketika anak anda berperangai buruk.

Kilau emas yang anda pakai itu, adalah hasil kerja keras penambang yang digaji tak seberapa.

Begitulah kerasnya kerja seorang pembentuk, seperti guru.
.
.

#LoveForTeacher

Oleh : #NdahLs

20 wasiat penting dari ulama besar Tarim


Berikut adalah 20 wasiat penting dari ulama besar Tarim yang meninggal hari ini, Sabtu 17 Februari 2018, Habib Salim bin Abdullah bin Umar asy-Syathiri dari beberapa ceramahnya di Indonesia:

1. Durhaka pada orangtua itu bernasab, turun-temurun, pasti akan dibalas melalui keturunannya kelak.

2. Seorang yang menghormati ulama besar tapi ia meninggalkan orangtuanya artinya ia mementingkan sunnah dan melalaikan yang wajib. Sama seperti orang memakai imamah tapi auratnya justru terbuka, sungguh tidak pantas.

3. Berkata Imam Ahmad bin Hanbal: Orangtua ada 3; yang melahirkan, yang memberi ilmu (guru), dan yang menikahkanmu dengan anaknya (mertua).?

4. Pada saat kita kecil, orangtua mencintai kita, bersabar dengan keadaan dan tangisan kita, menghadapi berbagai tingkah pola kita, berdoa supaya kita panjang umur dan sehat sampai dewasa. Maka wajib bagi kita bersabar terhadapnya ketika mereka sudah tua dan memiliki banyak kekurangan.

5. Syafaat Rasulullah Saw. pun tak dapat menolong orang yang durhaka kepada orangtuanya dari siksa neraka kecuali orangtuanya sendiri yang memberi kesempatan padanya untuk diberi rahmat oleh Allah.

6. Memutus silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah, tertolak seluruh amalnya, tidak akan diterima doanya walaupun ia seorang yang alim. Maka sambunglah silaturrahim sebelum kita mati dalam keadaan terlaknat dan sebelum kita masuk barzakh dengan amarah Allah selagi ada kesempatan.

7. Majelis ilmu lebih baik seribu kali daripada majelis maulid atau shalawat.

8. Orang yang hadir majelis ilmu akan mendapat rahmat Allah meski tidak paham atau tidak hafal apa yang telah disampaikan.

9. Banyak orang yang baru bisa merasakan manfaatnya hadir majelis ilmu ketika menjelang sakaratul maut.

10. Orang berakal bukanlah orang yang hanya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jelek. Tetapi orang berakal adalah orang yang mengerti mana yang baik untuk dilakukan dan mengerti mana yang jelek untuk dijauhi. Dan itu semua ada dalam majelis ilmu.

11. Janganlah mengobrol sendiri dalam majelis ilmu. Syaikh Abubakar Bin Salim berkata: ?Orang-orang yang sering mengobrol di majelis ilmu dikhawatirkan akhir hayatnya menjadi bisu.?

12. Ketika kamu tidak bisa menjadi seorang pengajar, maka setidak-tidaknya jadilah seorang pencari ilmu, atau orang yang semangat dalam menghadiri majelis ilmu, atau orang yang cinta kepada majelis ilmu.

13. Jauhilah orang-orang yang benci majelis ilmu.

14. Apabila zakat dikelola dengan baik dan benar niscaya tidak akan ada fakir miskin di dalam sebuah negara muslim. Seperti era Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

15. Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang tidak dikenal, maka bagaikan memuliakan Allah Swt. Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang dikenal, maka bagaikan memuliakan Rasulullah Saw.

16. Siwak mempunyai 120 manfaat. Sedangkan rokok mempunyai 120 bahaya.

17. Di Belanda terdapat sebuah penelitian bahwa ada kuman gigi yang tidak bisa mati kecuali dengan zat yang terkandung dalam kayu arok/siwak.

18. Dalam najis anjing dan babi ada beberapa kuman yang tidak bisa dihancurkan dengan berbagai macam zat kimia, tapi justru bisa dibasmi dengan debu. Oleh sebab itu, syariat mewajibkan membasuh najis anjing dan babi dengan tujuh kali basuhan yang salah satunya harus dicampur dengan debu.

19. Dalam salah satu sayap lalat ada empat penyakit dan dalam sayap lainnya ada empat obat penyakit tersebut. Jadi, jika terdapat lalat mati di dalam minuman maka tenggelamkan terlebih dahulu sebelum membuang lalat tersebut agar aman diminum. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits.

20. Agar futuh dalam ilmu, Habib Abdullah al-Haddad berkata: ?Saya mendapatkan futuh dalam ilmu dengan sebab 3 perkara; dengan menangis dan merendahkan hati serta beristighfar di waktu Sahur, dengan berzuhud terhadap dunia, dan tidak aku mendengar ada seorang lelaki yang saleh atau perempuan yang salehah kecuali aku mengunjunginya dan meminta doa darinya.?

sumber : Group WA

Tidur Cukup Mengurangi Resiko Kematian


RIP Ranjan Das, CEO SAP-Indian subcontinent meninggal setelah terkena serangan jantung  di Mumbai baru-baru ini 
Dia adalah salah satu CEO termuda yg sangat sukses & usianya baru 42 tahun!

Apa penyebab kematian Ranjan Das???

Dia sangat rajin berolahraga, fitness mania dan seorang pelari Maraton.

Setelah berolahraga, ia tidak sadarkan diri karena serangan Jantung & meninggal. 
Dia punya istri & 2 anak yang masih kecil.
Hal ini harus jadi perhatian untuk semua perusahaan besar di India, terutama para pimpinannya.

Pertanyaannya adalah kenapa seorang yang sangat aktif berolahraga & seorang pelari, bisa kena serangan Jantung di umur yang masih 42 tahun.
Semua orang  melewatkan sebaris kalimat dalam laporannya, bahwa Ranjan BIASA TIDUR hanya  4-5 jam.

Dalam wawancara sebelumnya  dengan Ranjan
ia mengakui selalu KURANG TIDUR dan ingin bisa tidur lebih banyak.

Lama waktu tidur yang singkat  (<5 or 5-6 jam) bisa meningkatkan risiko Darah tinggi sebesar  350% -500% dibanding orang yang tidur >6 jam/malam.

Orang berumur 25-49 thn 2x lebih besar terkena darah tinggi jika kurang tidur .

Orang yang tidurnya < 5 jam/malam berisiko terkena serangan Jantung 3x lipat. 

1 malam KURANG tidur meningkatkan zat racun dalam tubuh seperti : Interleukin-6 (IL-6), Tumour necrosis factor-alpha (TNF-alpha) and C-reactive protein (CRP). 
Juga menyebabkan Kanker, Arthritis dan penyakit jantung.

Tidur  <=5 jam per malam memicu Risiko sakit Jantung 39% . Tidur  <=6 jam memicu risiko sakit Jantung 8%. 
Berapa lama tidur yang ideal.?

Singkatnya, tidur terdiri dari 2 tahap :
REM (Rapid Eye Movement) dan non-REM. 
REM membantu Kesehatan mental sementara nonREM membantu pemulihan Tubuh & pembentukan Sel.

Tidak heran jika seseorang bangun dari Tidur yang hanya 5-6  jam, ia akan mudah marah sepanjang hari.

Dan jika seseorg tidur kurang dari 5 jam, tubuh masih sangat lelah  (lack of non-REM sleep), dan Imunitasnya yg turun.

Kesimpulannya : 
Untuk mengontrol Stres,  Ranjan melakukan segala sesuatu yang dianggapnya sehat :
Makan makanan Sehat, Olahraga, dan menjaga berat badan. Tapi ia tidak memperhatikan lama Istirahatnya .(tidur min 8 jam). 
Itulah yang membunuhnya. Dan Ranjan tidak sendiri dalam hal ini.??

Share it with all the Good People In Your Life...??

BATASI NASI DAN GULA ARTINYA BATASI PENYAKIT DI MASA TUA (MUNGKIN ITU SEBAB NASI BUKAN LAH MAKANAN POKOK BAGI ORANG BARAT YANG MEREKA SUDAH ANTISIPASI EFEK TIDAK BAIKNYA SEJAK JAUH HARI)

"KARBOHIDRAT DAN GULA ADALAH IBU DARI SEGALA PENYAKIT."
(JOHAN YAN)

ANDA MUNGKIN TIDAK MENDUGA BAHWA DISAMPING PERUT BUNCIT, ASUPAN BERLEBIH NASI DAN GULA AKAN MEMBUAT TUBUH ANDA KELEBIHAN :

1. TRIGLISERIDA,
2. KOLESTEROL,
3. HIPERTENSI,
4. JANTUNG KORONER HINGGA ...
5. DIABETES MELITUS ...


Jagalah Kesehatan Dan Jangan Lupa bahagia

Oleh : Allan Atmaja