Showing posts with label INSPIRATIF. Show all posts
Showing posts with label INSPIRATIF. Show all posts

Monday, February 26, 2018

Petaka Si Cantik Fatimah Labisa Pumila di Banyumas (True Story)


by Dr. Suryo Bawono, SpOG
Saya akan menceritakan salah satu kejadian yang pernah saya alami. Saat itu saya sedang berdinas di RSUD Banyumas, di Jawa Tengah. Sebagai gambaran, RSUD Banyumas kala itu merupakan rumah sakit negeri yang cukup diminati pasien dengan kebersihan setara hotel berbintang.
Saya menerima pasien yang datang dengan kehamilan pertama, umur kehamilan 9 bulan dan sudah mulai masuk persalinan dengan kontraksi rahim yang teratur dan pembukaan 2 cm kira-kira jam 7-8 pagi. Hasil perekaman jantung janin menunjukkan bahwa janin dalam kondisi baik dan sanggup menjalani persalinan. Berhubung pembukaan masih kecil, maka pasien diistirahatkan di kamar sambil menunggu pembukaan bertambah.
Waktu itu saya full day tinggal di rumah sakit 24-7 alias 24 jam dan 7 hari. Saat saya sedang istirahat sore jam 7an malam, tiba-tiba saya dikejutkan berita dari bidan jaga yang menginformasikan bahwa pasien tersebut kesakitan dan saat dilakukan perekaman jantung ternyata denyut jantung sudah tiada alias janin sudah meninggal. Suami pasien dan keluarga pasien marah-marah dan menyalahkan saya dan penanganan yang diberikan.
Saat saya lakukan pemeriksaan, saya menemukan kondisi yang tidak wajar. Pembukaan masih 2-3 cm dengan kontraksi yang sangat kuat yang layaknya kontraksi pada pembukaan 8-9 cm. Saya merasa pasti ada yang tidak beres, saat saya tanyakan ke keluarganya, apakah ada diberikan `sesuatu` awalnya mereka tidak mengakui. Saya minta bidan saya memeriksa ke kamar pasien apakah ada yang mencurigakan sambil saya terus menguimpulkan informasi dari keluarga pasien. Mereka masih berusaha menyalahkan penanganan rumah sakit atas meninggalnya janin tersebut. Namun akhirnya bidan jaga menemukan adanya rendaman `rumput` dan gelas di kamar pasien, dan barulah keluarga pasien tersebut mengakui.
Ternyata pasien sudah diberikan minuman rendaman rumput fatimah saat di kamar rawatan, dan ini diluar pengetahuan dokter. Seperti kita ketahui bahwa `rumput fatimah` (Labisa pumila) berasal dari Timur Tengah dan mempunyai sebutan lain seperti Kaf Mariyam (bahasa arab) yang berarti `telapak tangan mariyam`, dan beberapa orang barat menyebutnya sebagai Mawar Jericho. Tanaman ini mempunyai efek uterotonik alias bisa menyebabkan kontraksi rahim. Kontraksi rahim yang ditimbulkannya bisa menyebabkan persalinan, oleh karena itu beberapa orang menggunakan tumbuhan ini untuk `memperlancar persalinan`. Akan tetapi takaran dosis tidak dapat dipastikan, dengan demikian batas aman pun sulit ditetapkan. Bila suatu zat bisa menimbulkan kontraksi, maka dalam kadar rendah bisa `memperlancar persalinan`. Namun pada kadar yang tinggi ada bahaya yang mengintai, yaitu dapat menimbulkan kontraksi yang berlebihan atau over (istilah medisnya: hiperstimulasi). Kondisi inilah yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan janin tidak sanggup hingga bisa meninggal, atau bahkan rahim yang tidak sanggup hingga bisa robek dan mengakibatkan meninggalnya ibu dan janin.
Oleh karena itu, saya selalu himbau untuk semua pasien, keluarga pasien, kenalan, relasi, tetangga dll agar menyebarluaskan bahaya si cantik Fatimah ini. Jangan sekali-kali mengkonsumsi rumput Fatimah ini saat janin masih didalam perut, namun bila bayi sudah lahir, silakan saja mau minum seberapa banyak anda mau tidak akan ada masalah.
Mohon disebarluaskan informasi ini, saya dan anda semua mempunyai tanggung jawab untuk menyampaikan informasi ini kepada siapa pun karena informasi ini bisa `menyelamatkan` nyawa seseorang.

SEMOGA BERMANFAAT

Sunday, February 25, 2018

Catatan Minggu Pagi Dilan, (Riba Tidak Sama Dengan Bank )?


Setahu saya statemen pak Mahfud ini senada dengan pernyataan yang saya dengar dari Ustad YM saat dulu umroh bareng beliau (bareng MasMono).
Nggak ada masalah dengan bank. Dan apa yang dilakukan bank itu bukan riba. Baik baik konvensional maupun bank syariah. Semuanya oke saja. Semuanya antarodin minkum. Semuanya wasawirhum fil amri.
Lagi bagaimana dengan komunitas yang koar-koar bank itu haram, bank itu riba, bank itu dosa, bank itu zinah, dan seterusnya?
Ya nggak papa kalo cara pemahamannya begitu. Kalo di lembaga-lembaga besar seperti Muhammadyah atau NU persoalan semacam itu sudah selesai. Sudah nggak menarik jadi perbincangan lagi.
Buat saya pribadi ya semua itu kan karena soal perbedaan tafsir dan juga soal strategi marketing komunitas yang jualan produknya. Jadi ya biasa biasa saja kalo saya dari dulu meresponsnya. Namanya saja jualan, ya lebih powerful kalo pake ayat atau dalil yang sekiranya dipaspaskan sesuai tafsirnya. Dan itu boleh-boleh saja yang penting semua dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.
Itu pula sebabnya dalam seminar-seminar Rich saya selalu menekankan jika bisnismu mau cepat tumbuh ya berhutangnya ke bank, jangan pinjam ke teman. Bahaya. Uangnya akan hilang dan pertemananmu akan rusak.
Muhammadyah misalnya bisa punya lebih dari 500 kampus, 1000 rumah sakit, 2000 sekolah ya karena punya hubungan baik dan bekerjasama dengan bank, padahal jumlah umatnya sedikit. Nggak sampe 30 juta orang tapi asetnya bisa puluhan trilyun. Kalau nunggu urunan dari jamaah, kapan punya usaha sebesar itu untuk kemaslahatan masyarakatnya.
Contoh lainnya, Pesantren hidayatullah. Pesantren itu kalau nggak bekerjasama dengan bank ya mungkin sampai hari ini baru punya satu dua bangunan sekolah islam terpadu dan pesantrennya. Tapi dengan berhubungan dan bekerjasama dengan bank dalam pembiayaannya, lihatlah hanya dalam hitungan sepuluh tahunan sudah bisa membangun ratusan pesantren dan sekolah islam di puluhan kota. Bisa menyebarkan dakwah memberikan pendidikan terbaik kepada generasi muda secara masif dan merata.
Itulah sebabnya saya selalu sarankan teman-teman komunitas kalau pinjam uang harus ke bank, jangan ke sesama teman. Berhutang dengan bank akan membuat perilakumu jauh lebih menjadi islami. Belajar bermusyawarah dan akad, membayar dengan disiplin, proses simbiosis mutualisme, dan saling menguntungkan keduabelah pihak dengan mengedepankan kejujuran kondisi masing-masing. Tidak akan ada yang merasa dizalimi satu terhadap yang lain. Kedua belah pihak akan tumbuh bersama. Equal. Itulah perilaku islami. Saling menguatkan satu sama lain, berkembang tumbuh bersama.
Sebaliknya, minjam duit pada saudara atau teman hanya akan menjauhkanmu dari perilaku yang islami. Potensi saling menzalimi sangat besar sekali terjadi. Berhutang tanpa perjanjian hitam putih (akad jelas), gampang ingkar janji, menyepelekan waktu pembayaran, mudah berbohong bikin alasan, tidak mau berbagi memupuk sifat bakhil, dan rusak semua tali silaturahmi karena penyimpangan utang mudah terjadi. Bahkan, saat menagih, yang punya uang bisa meminta-minta bak pengemis yang sangat memelas padahal yang diminta uangnya sendiri. Kezaliman begitu mudah terjadi! Dan itu bukanlah ajaran Islam sama sekali. Jauh dari nilai-nilai islami. Jauh dari akhlakul kharimah.
Soal lebih baiknya pinjam uang ke bank ini sudah pernah saya ulas panjang lebar di web www.amongkurniaebo.comsekitar dua tahun yang lalu. Dan di group FB Cara Lucu Jadi Pengusaha. Dan sudah banyak peristiwa yang membuktikan bahwa dengan memijam uang ke bank atau koperasi dan semacamnya selain kedua belah pihak jadi terang benderang juga tingkat keberkahannya lebih tinggi. Tujuan berhutang tercapai, bisnis bisa tumbuh dengan baik, dan tidak merusak silaturahmi keluarga.
Seorang teman bercerita, bapaknya dulu pantang berhutang ke saudara untuk menyekolahkan anak-anaknya. Lebih memilih menggadaikan sertifikat tanahnya untuk mengentaskan pendidikan anak-anaknya hingga sarjana semua. Dia happy, anak-anaknya happy, banknya happy, hubungan dengan keluarga besar aman dan damai, semua mencapai tujuannya tanpa ada yang terzalimi. Dia menyebutnya sebagai keberkahan duit bank.
Dan kami pun tertawa bareng, sambil nyeruput kopi dan menghisap lagi rokok asam amino ciptaan Dr Greta Zahar No 38 yang hampir padam apinya. Saya sendiri ambil rokok yang no 19 yang buat kesehatan jantung.
.
Entahlah, kadang aku berpikir: Islam itu mudah. Tapi kadang umatnya sendiri yang bikin ruwet. Banyak yang beragama masih berkutat di penafsiran tunggal atas teks, dan lupa bahwa kebenaran absolut itu hanya punya Allah semata. Beragama itu harusnya tumbuh. Bukan sekedar saleh ritual ansich, tapi juga sekaligus kudu saleh sosial. Bukan sekedar menjadi skriptualis, tapi juga harus mempertimbangkan konteks.
Kadang saya curiga ada skenario besar untuk menjauhkan umat islam dari bank. Tujuannya agar jauh dari uang dan akses permodalan. Kalo sudah dibuat begitu maka umat Islam akan bisa selalu dikondisikan tetap miskin, bodoh, dan terbelakang!
Barusan dapat kabar dari teman di Solo, beberapa korban seminar anti bank sudah mulai berjatuhan. Ada yang bisnisnya langsung kolaps begitu memutuskan tiba-tiba kerjasamanya dengan pihak bank. Ada yang yang importnya mandeg karena sudah tak punya lagi kartu kresit untuk pembayaran produknya. Ada yang travelnya berhenti karena tak bisa lagi issued tiket untuk peserta group tournya karena kartu kreditnya sudah dipotong semua saat ikut seminar. Ada juga pasangan suami isteri yang sekarang proses perceraian di pengadilan Sukoharjo karena setelah habis ikut seminar suaminya langsung risain padahal posisinya sudah manager. Enam bulan setelah risain tidak mendapatkan pekerjaan baru dan isteri hanya diberi nafkah sabar, sabar, sabar akhirnya nggak kuat dan mengajukan gugatan ke PA. Ketiga anaknya diungsikan ke orang tuanya. Entah bagaimana nasib mereka nanti. Semoga saja semua dikuatkan. Keputusan yang gegabah karena mengikuti trend memang bisa berdampak buruk dan berujung penyesalan.
Senoga tulisan pak Mahfud yang jelas dan tegas ini bisa menjadi penguat sekaligus pencegah ke yang lain agar tidak bertindak konyol dalam memutuskan sesuatu. Tabik!!!

sumber : Status FB Among Kurnia Ebo

Friday, February 23, 2018

Selalu Tinggalkan Kantor Tepat Waktu


Orang yang bekerja sampai larut malam dikantor, bukanlah pekerja keras. Melainkan orang yang bodoh yang tidak tahu cara me-manage pekerjaan. Dia adalah orang yang tidak efisien dan tidak kompeten dalam pekerjaannya.

Bekerja adalah proses yang tidak pernah berhenti, tidak akan pernah selesai; Perhatian terhadap klien adalah penting, tetapi keluargamu lebih penting; Jika kamu jatuh dalam hidupmu, bukan boss ataupun klienmu yang akan menolong, tetapi keluarga dan teman dekat yang membantumu.

Hidup tidak hanya tentang bekerja, kantor dan klien, tetapi ada hidup yang lain yaitu bersosialisasi, rekreasi, releks dan olahraga. Jangan membuatnya tanpa arti. Kamu tidak bersekolah tinggi dan berjuang hanya untuk menjadi mesin/robot.
Apabila boss anda memaksamu untuk pulang larut malam, bisa jadi dia adalah orang yang tidak efektif dan tidak mengetahui apa arti hidup.

Cintai pekerjaanmu, tapi jangan cintai perusahaan. Karena kamu tidak akan pernah tahu, kapan perusahaan itu berhenti mencintaimu.

Sumber : FB Agus Santoso

Thursday, February 22, 2018

Miliki dua istri cantik dan seksi, netizen syok saat tahu jumlah anak pria ini


Hari Valentine biasanya dijadikan momen untuk memamerkan kebersamaan bersama orang terkasih. Seseorang biasanya membagikan foto kedekatan dengan pasangan, keluarga hingga teman.
Namun, hal yang sedikit berbeda dilakukan oleh seorang wanita asal Thailand yang memiliki akun Facebook Warissara Poksrichan. Melalui media sosialnya, wanita berusia 32 tahun ini mengunggah foto kebersamaannya dengan sang suami pada momen Hari Valentine (14/2/2018).

Tapi, uniknya, Warissara tak hanya bersama suaminya saja tetapi juga membagikan foto bersama suami dan istri lainnya. Dilansir dari Coconuts, Warissara menulis, "Orang-orang pamer tentang suaminya di Facebook. Baiklah, suamiku punya 2 istri!"

Dalam unggahan tersebut Warissara juga mengatakan bahwa meski sudah bertahun-tahun, perasaannya pada sang suami tak pernah berubah. Unggahannya ini jadi viral hingga dibagikan lebih dari 6 ribu kali.

Tak hanya itu, suami Warissara ternyata memiliki 2 orang istri yang dianggap cantik dan seksi oleh netizen. Sang suami yang bernama Manop Nuttayothin (42) mengatakan bahwa sebenarnya ia punya 3 istri. Sayangnya, istri pertama meninggal usai melahirkan 3 anak. Manop dan Warissara sendiri sudah hidup bersama lebih dari 10 tahun.

Setelah itu, ia menikah lagi dengan Nattaya Tongpan (26). Dari 3 pernikahan tersebut, Manop memiliki 3 anak dari masing-masing istrinya, yang berarti Manop punya total 9 anak.

Kedua istri Manop selama ini membantunya untuk mengelola bisnis yang ia jalankan. Manop punya usaha di bidang otomotif seperti berjualan onderdil mobil di sebuah acara balapan besar di Thailand.

Ayah 9 anak ini mengaku memberikan gaji pada Warissara dan Nattaya. Namun, kedua wanita tersebut menolak memberi tahu jumlah uang yang mereka terima. Nattaya mengatakan bahwa semuanya bukan soal uang. Kedua istri yang membantu bisnis Manop disebut menginvestasikan kebanyakan penghasilannya untuk anak-anaknya.

"Itu benar. Untuk anak-anak, dia memberinya 100 persen. Untuk para istri, jika kami meminta 1000 bath (Rp400 ribu), dia hanya memberi kami 200 bath (Rp80 ribu)," ungkap Warissara setuju.

Atas pernikahan mereka yang unik dan sukses ini, keluarga Manop diundang di sebuah program TV lokal. Manop mengaku beruntung karena bisa memiliki 3 istri.

Manop mengungkap rahasia pernikahannya yang bahagia adalah dengan cara berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang muncul saat itu juga.

"Saat ada masalah, aku membicarakannya dengan mereka di hari itu juga."

Meski hidup bahagia, pria tersebut menyadari terkadang ia bersikap kurang adil pada 2 istrinya. Ia pernah memperlakukan satu istrinya lebih baik daripada yang lain.

"Ketika aku tahu ada sebuah masalah, aku memastikan untuk memperlakukan keduanya dengan adil. Kami melakukan hal yang sama. Kami melakukan semuanya di waktu yang sama. Itu yang terbaik," jelasnya.

Hal ini diikuti dengan baik oleh kedua istrinya. Warissara mengaku hanya ingin fokus membangun keluarga dengan suaminya dan Nattaya. Meski tinggal satu rumah, keduanya mengaku tak pernah bertengkar. Bahkan, melalui akun Facebook-nya, Warissara sering mengunggah kebersamaannya dengan Nattaya. Perempuan ini juga mengaku bahwa Manop adalah pria yang adil, perhatian dan pekerja keras.

"Ini semua tentang pengertian. Kami saling mencintai. Kami saling perhatian. Karena itulah, kami bahagia. Kami percaya itu," jelas Warrisara.



















Pohon Kristen? Stop Generasi Pekok

“Kang, tolong pohon Kristen di samping pesantren itu ditebang !”, pinta Kiai Bakar tiba-tiba pada seorang santri. Santri itupun bingung dan belum mengerti, ia melihat ke kanan kiri pesantren.

“Iya, pohon cemara itu. Tebang segera. Itu pohon Kristen !” tukas Kiai Bakar lebih tegas.
“Pohon Kristen? Apa maksudnya? Lagian itu pohon ditanam oleh Kiai Ahmad. Beliau sendiri yang menanam tiga tahun lalu,” gumam santri dalam hati.
“Sebelum menebang cemara itu, aku harus minta izin Kiai Ahmad dulu”.
“Punten Kiai. Kulo disuruh Kiai Bakar untuk menebang cemara yang ada di samping pesantren, Pripun ?”, kata santri pada Kiai Ahmad.
“Hah ! Cemara ditebang...? Wit-witan apik ngono arep ditebang, kenapa?”, ucap Kiai Ahmad kaget.
“Nganu Kiai... kata Kiai Bakar, pohon cemara itu pohon Kristen”, ujar si santri polos.
“Hah? Pohon Kristen ? Ada-ada saja Kiai Bakar itu, wit-witan nganggo agomo mbarang. Pohon Kristen lagi. Nggak ono iku. KTP saja dia tidak punya kok. Gak usah ditebang. Biar nanti saya yang menjelaskan ke Kiai Bakar.
***
"Punten Kiai, benar sampayan nyuruh santri untuk nebang pohon cemara itu ?", tanya Kiai Ahmad pada Kiai Bakar.
"Benar, Kiai..."
" Wit-witan apik ngono arep ditebang, kenapa ?"
"Itu pohon Kristen ", jawab Kiai Bakar.
"Waduh... sejak kapan pohon beragama, Kiai ?"
"Lha itu yang dibuat pohon natal atau duplikatnya itu kan cemoro, Kiai "
"Oh... Kalau begitu pohon kelapa yang sampeyan tanam di belakang pesantren mesti di tebang juga"
"Kok ?"
"Lha iya. Karena janur kelapa suka dipakai untuk upacara adat agama Hindu. Berarti itu pohon Hindu ! ".
Kiai Bakar terdiam.
"Sekalian kerudung santri-santri putri yang bentuk segitiga itu dibakar semua ", lanjut Kiai Ahmad
"Kok ?"
"Lha iya. Karena segitiga itu simbol Yahudi".
Kiai Bakar terdiam lagi.
"Sekalian juga pesantren ini dirubuhkan saja", lanjut Kiai Ahmad lagi.
"Kok mbrentek tekan endi-endi,Kiai ?", ucap Kiai Bakar kaget.
"Lha iya. Karena kuda-kuda penyangga atap bentuknya palang paték seperti salib", jelas Kiai Ahmad.
Kembali Kiai Bakar terdiam.
"Mbok kita itu jangan membuat generalisasi suatu kasus yang tidak ada kaitannya. Yang penting itu substansinya; Cemara biso kanggo ijon-ijon ben seger ning mripat; jilbab sebagai penutup aurat; kuda-kuda bangunan bentuk salib sebagai penyangga atap gedung agar kuat... Apalagi pohon kelapa, banyak yang bisa kita manfaatkan dari pohon yang satu itu", tutur Kiai Ahmad menasehati.
Kiai Bakar tersenyum manggut-manggut sambil mengelus-ngelus jenggotnya. Kemudian dia berhenti mengelus-ngelus jenggot dengan raut wajah kaget, karena dia ingat kalau 'Santa Claus juga berjenggot'. Namun segera Kiai Bakar tersenyum kembali, Kenapa? karena dia tahu 'kalau jenggot juga tidak beragama'. 😊
#SalamWaras
STOP GENERASI PEMBODOHAN!
GERAKAN ISLAM ANTI PEKOK!

sumber : group FB

Wednesday, February 21, 2018

Jauhilah Benda itu Sebelum Kamu Menyesal


Ini sekedar berbagi saja..
Sejak awal pernikahanku 11 tahun yang lalu,aku selalu meminta pada suamiku untuk berhenti merokok.Namun setiap aku meminta,setiap itu pula suamiku selalu berkata," ...hanya 4 batang sehari koool...tidak banyak..!"

Awalnya setahun kebelakang,dia mulai merasa tdk enak badan,panas,maag sering kambuh dan sakit badan.Setiap diajak ke dokter dia selalu menolak dan minta dibelikan obat ke apotik untuk mengobati maag,demam dan sakit badannya.Kuikuti saja maunya.Sampai kemudian 4 bulan yg lalu,dia panas tinggi,mual,pusing dan sesak.Kupaksa dia berobat dan mengancam aku mau pergi kali dia tidak mau diajak berobat.Akhirnya dia mau.Pengobatan pertama,dia.mendapat beberp macam obat,termasuk obat maag dosis tinggi.2Hari kemudian maagnya sembuh tapi mengeluh dadanya masih sakit dan sesak.Berobat kedua dia diberi vit untuk sendi dan obat untuk ototnya agar rileks.Sejak.minum obat itu dia jd tdk bs tidur,tapi sakitnya tetap tdk berkurang.Berobat ketiga,ganti obat tp ttp tdk menghilangkan sesak di dadanya.Berobat ke 4 akhirnya dokter merujuk untuk rontgen.siang sepulang ngajar langsung ke sana,sorenya balik lagi ke dokter.Diagnosianya Bronkhitis kronis.

Dokter langsung bertanya,"rokok?"...ya,rokoklah penyebabnya.Sejak saat itu suamiku bolak balik ke Spesilis Paru..sejak saat itu pula suamiku tidak bisa lagi bekerja,krn jgn kan bekerja,memangku Alma yg baru berusia 2 tahunpun bisa membuatnya sesak selama beberapa jam.Sejak saat itulah aku resmi menjadi tulang punggung keluarha.Menyesal? Tidak,untukku.Mengeluh?Tidak,bagiku.

Sedih? Ya,sejujurnya.Tak ada gunanya menyesali karena semua sudah terjadi,selaku ada hikmah kebaikan dibalik setiap kejadian termasuk kejadian ini.Kutulis kisah ini di FB bukan krn ingin mengeluh atau curhat,tapi aku tidak ingin ada Syafiq yng lain,Andra yg lain dan Alma yg lain yg mengalami menjadi anak yg kekurangan kasih dan kebersamaan dg sosok ibu krn ibu seribg pergi karena hrs menjadi tulang punggung keluarga.

Wahai para suami,sayangilah dirimu...jauhilah benda itu sebelum menyesal!!Krn ktk hal itu terjadi,hanya ada satu perasaan yg akan kau rasakan..menyesal yg tiada ujungnya...apakah kau tega menyaksikan istrimu kehilangan jam tidurnya demi menjadikannya satu2nya wkt untuk beres2 rmh? 

Ketia suami hny bs duduk menikmati sakit,dia akan menjadikan waktu 24 jamnya sebagai siang...Tegakah? Jangan!!!?Jangan kau biarkan rokok mengambol satu2nya kesempatanmu untuk menjadi tulang punggung keluaga...jangan biarkan anak2mu hrs kehilabgan keberadaan ibunya krn ia hrs mencari nafkah yg harusnya itu menjd tugasmu!!!! 

Jangan kau biarkan airmata dan peluh istrimu bercampur dalam 24 jam hari2nya...Sudahi hari ini kegiatan merokokmu..sayangi keluargamu...sayangi buah hatimu...sayangi istrimu.....!!!!

Inilah kisahku yg ingin ku bagi,karena aku tak ingin ada lagi Sri Mulyani Sri Mulyani yang lain yg mengalaminya.Cukup aku....cukuplah hanya aku.....

sumber : status fb - Sri Mulyani Enci